Skip to content
Home ยป Seperti Apa Gejala Menoragia? Ini Gejala dan Pengobatannya

Seperti Apa Gejala Menoragia? Ini Gejala dan Pengobatannya

Apakah kamu sering mengalami menstruasi dengan volume darah yang sangat banyak? Jangan menganggapnya enteng, sebab bisa jadi itu merupakan menoragia.Menoragia harus segera ditangani agar tidak menyebabkan rasa sakit dan anemia. Namun sebelum itu, tentu saja kamu perlu mengetahui gejalanya terlebih dahulu.

Pada artikel di bawah ini, gejala dan pengobatan menoragia akan dijelaskan. Selamat membaca!

Mengenal Menoragia

Menoragia adalah istilah medis yang menggambarkan menstruasi dengan jumlah volume darah yang sangat banyak. Bukan hanya melihat jumlah darahnya, diagnosis menoragia juga bisa diberikan untuk perempuan yang mengalami sakit haid tidak tertahankan dan berkepanjangan.

Tidak semua menstruasi yang berdarah banyak dianggap menoragia. Jika jumlah darah haid yang dimiliki seorang wanita mencapai 30-40 mL per siklus, ia tidak memiliki penyakit ini. Seseorang dianggap menoragia jika volume darah menstruasinya mencapai lebih dari 80 mL atau sekitar 16 sendok teh per siklus.

Masalah kesehatan yang memiliki bahasa Inggris menorrhagia ini harus segera ditangani. Jika tidak ditangani dengan cepat, kenyamanan dan kelancaran hidup penderitanya akan terganggu. Sebab, penderitanya akan terus menerus kekurangan darah dan merasa kram haid yang sulit ditahan. Pada akhirnya, penderita bisa menderita anemia.

Penyebab Menoragia

Mengapa menorrhagia bisa terjadi? Ternyata, ada banyak penyebabnya. Contoh penyebab menorrhagia yaitu:

  • Gangguan hormon, misalnya ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron.
  • Gangguan ovarium, misalnya ovarium tidak berovulasi sehingga tidak menghasilkan telur yang memproduksi progesteron. Jika hormon ini tidak diproduksi, maka keseimbangan hormon akan terganggu.
  • Miom.
  • Endometriosis.
  • Penggunaan alat kontrasepsi seperti pil KB atau KB spiral.
  • Kelainan genetik yang mempengaruhi proses pembekuan darah.
  • Penggunaan obat-obatan yang menimbulkan efek samping, misalnya obat hormonal atau antikoagulan. Selain itu, pengobatan dengan obat herbal yang mengandung ginkgo biloba, kedelai, dan ginseng juga bisa menyebabkan menorrhagia.
  • Kanker rahim atau kanker serviks.

Gejala Menoragia

Gejala-gejala menorrhagia perlu dikenali sedini mungkin agar dapat segera ditangani dengan baik. Berikut gejala yang perlu diwaspadai oleh setiap perempuan:

  • Terus mengganti pembalut, tampon, atau menstrual cup setidaknya setiap satu jam atau selama beberapa jam berturut-turut.
  • Darah menstruasi keluar dalam jumlah banyak lebih dari seminggu.
  • Harus menggunakan pembalut rangkap dua agar darah menstruasi tidak bocor.
  • Harus bangun dari tidur di tengah malam setiap kali menstruasi untuk mengganti pembalut, tampon, atau menstrual cup.
  • Mengeluarkan darah menstruasi berbentuk gumpalan yang berukuran lebih besar daripada koin kecil.
  • Mengalami kelelahan dan kesulitan bernapas yang merupakan gejala anemia.

Pengobatan Menoragia

Pengobatan menoragia tidak dilakukan begitu saja. Pengobatannya akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, usia, dan rencana kehamilan pasien ke depannya. Jika pasien berniat hamil di masa depan, maka pengobatan yang akan diterima berbeda dengan pasien yang tak berencana hamil.

Seperti apa sih pengobatan menorrhagia yang akan diberikan dokter? Ini dia penjelasannya:

  1. Obat-obatan

Setelah melakukan diagnosis yang menyatakan bahwa pasien benar-benar menderita menorrhagia, dokter akan memberikan obat-obatan. Obat-obatan yang diberikan ada bermacam jenisnya.

Misalnya saja pil kontrasepsi untuk mengatur siklus menstruasi dan banyaknya darah yang keluar selama menstruasi serta obat antiinflamasi seperti ibuprofen yang dapat menurunkan produksi prostaglandin penyebab menorrhagia.

Selain itu, dokter juga bisa meresepkan zat besi jika penderita memiliki anemia. Tak lupa, dokter juga akan memberikan obat antifibrinolitik yang berfungsi untuk membekukan darah agar tidak keluar lebih banyak lagi.

Tentu saja, pemberian obat-obatan tersebut akan mempertimbangkan kondisi setiap pasien.

  1. Operasi

Ketika obat-obatan tidak efektif dalam menangani menorrhagia, maka dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan operasi. Operasi yang bisa dilakukan contohnya dilatasi dan kuretase yang akan membuka serviks dan menguret dinding rahim untuk mengurangi jumlah darah yang keluar.

Jika menoragia disebabkan oleh miom, maka dokter juga bisa melakukan operasi pengangkatan miom (miektomi) atau penyusutan miom (embolisasi arteri rahim).

Adapun jika pada akhirnya menorrhagia tidak bisa ditangani lagi, maka operasi pengangkatan rahim atau histerektomi akan menjadi pilihan akhir. Sebelum melakukan ini, dokter harus memastikan terlebih dahulu apakah pasien tidak ingin hamil di masa depan atau tidak.

Ulasan tentang menoragia di atas semoga bisa membantu kamu yang ingin memahami tentang penyakit ini. Jika kamu mengalami salah satu atau beberapa gejala menorrhagia, segera periksakan diri ke dokter, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *