Category: Indikasi Obat

Amankah, Ambroxol untuk Ibu Hamil?

No Comments

Sampai saat ini, penelitian mengenai ambroxol untuk ibu hamil masih kurang memadai. Dalam beberapa studi yang telah dilakukan, ambroxol untuk ibu hamil dinilai tidak cukup aman. Namun, dalam penelitian lain justru menyatakan pemberian ambroxol memberikan pengaruh yang baik meski dikonsumsi selama kehamilan.

Walaupun begitu, menurut sebuah lembaga, ambroxol masuk ke dalam obat kategori C yang berarti berisiko pada janin. Namun, penelitian ini masih dilakukan pada hewan.

Efek Samping dari Ambroxol untuk Ibu Hamil

Ambroxol HCl (hidroklorida) atau ambroxol merupakan obat golongan mukolitik. Obat mukolitik berguna untuk mengencerkan dahak yang kental sampai menyumbat saluran pernapasan.

Jika menggunakan ambroxol HCl, maka dahak bisa lebih encer sehingga mudah dikeluarkan dari tenggorokan saat batuk. Hal ini akan membuat kamu lebih mudah bernapas, karena saluran pernapasan tidak lagi mengalami penyumbatan.

Umumnya, obat ini mengandung bahan aktif seperti Lasolvanz Mucosolvan dan Mucoangin. Zat-zat ini yang akan berperan mengembalikan mekanisme pembersihan (clearance) saluran pernapasan dengan merangsang pelepasan dan pembentukan surfaktan oleh pneumocytes type II.

Surfaktan inilah yang akan bertindak sebagai anti-lem dengan mengurangi perlengketan lendir ke dinding bronkus. Bahkan, akan membantu untuk memberikan perlindungan terhadap infeksi pada bronkus.

Meski setiap orang mengalami reaksi yang berbeda, namun ambroxol biasanya memberikan efek samping ringan seperti alergi dan masalah gastrointestinal dan reaksi alergi. Berikut beberapa efek samping dari obat ambroxol untuk ibu hamil yang akan biasanya dirasakan, yaitu:

  • Munculnya ruam pada kulit yang dibarengi rasa gatal dan terjadinya pembengkakan pada wajah.
  • Mengalami sesak napas atau dyspnea serta demam, mual, muntah, dan diare.
  • Mengalami rasa tidak nyaman atau dispepsia pada perut bagian atas, serta mulut atau tenggorokan terasa kering.
  • Mengalami mulas dan sakit perut serta gangguan sensorik atau parestesia pada mulut bagian atas
  • Terjadinya gangguan pada indra perasa atau dysgeusia

Penyakit yang Dapat Disembuhkan Ambroxol

Meskipun, Ambroxol termasuk salah satu jenis obat keras yang menggunakan resep dokter. Kamu tetap harus mengikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum mulai minum ambroxol HCl. Umumnya, ambroxol untuk ibu hamil ini bisa digunakan untuk beberapa kondisi, seperti:

1. Bronkitis

Bronkitis merupakan radang pada lapisan saluran bronkial karena terjadinya infeksi. Sedangkan, bronkus termasuk saluran keluar masuknya udara menuju dan dari paru-paru. Orang yang mempunyai penyakit bronkitis akan mengalami batuk lendir menebal, dengan warna dahak tertentu.

2. Bronkitis Asmatik

Kondisi ini merupakan gabungan dari penyakit bronkitis akut dan asma, dimana keduanya termasuk peradangan saluran napas. Apabila asma dan bronkitis akut terjadi secara bersamaan, maka kondisi seperti ini dikenal dengan bronkitis asthmatis.

3. Emfisema

Emfisema merupakan salah satu bentuk dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Dimana penyakit ini terjadi ketika paru-paru mengalami pelebaran saluran akibat adanya sumbatan yang menahun. Penyakit ini berhubungan dengan bronkitis kronis.

4. Bronkiektasis

Bronkiektasis merupakan kerusakan yang dapat membuat saluran udara melembek (bronkus) melebar, serta menebal secara tidak normal. Akibatnya, paru-paru akan kesulitan untuk dapat membersihkan lendir. Penyakit ini termasuk kondisi langka yang menyebabkan batuk berdahak tidak sembuh-sembuh.

5. Tracheobronchitis

Kondisi seperti ini terjadi ketika bronkus atau saluran tenggorokan yang mengalami peradangan. Umumnya, kondisi ini bisa disebabkan karena infeksi bakteri atau virus, tapi bisa juga akibat dari beberapa jenis iritasi, seperti asap rokok.

Ambroxol ini tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Oleh karena itu, konsumsilah ambroxol untuk ibu hamil ini sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan dokter.